Minggu, 22 November 2009

instalasiOS

Prosedur berikut ini dikembangkan memasang Debian "kentang" (2.2 r3) rilis pada Pentium II-233 clone dengan 128 meg RAM, 4-pertunjukan hard-drive IDE, dan IDE CD-ROM drive terhubung sebagai master di IDE sekunder saluran. If you are installing Debian (or any Linux distro for that matter) on a name-brand system, which are inherently proprietary, you may run into some problems. Jika anda menginstal Debian (atau apapun distro Linux yang lain), pada nama-sistem merek, yang secara inheren proprietary, Anda mungkin mengalami beberapa masalah. In these cases it's best to check the support pages on the hardware vendor's Web site. Dalam kasus ini yang terbaik untuk memeriksa halaman dukungan vendor perangkat keras pada situs Web. Using the following routine on hardware with different configurations may also result in different prompts or windows appearing. Menggunakan rutin berikut hardware dengan konfigurasi yang berbeda mungkin juga berdampak pada prompt atau jendela yang berbeda muncul. It's important to READ the information presented on the various screens during the installation. Penting untuk MEMBACA informasi yang disajikan pada berbagai layar selama instalasi.

Don't worry about screwing things up. Jangan khawatir tentang hal-hal yang mengacaukan atas. If you do, just hit the reset button on the PC and start over. Jika Anda melakukannya, tekan saja tombol reset pada PC dan memulai lagi. Even if you don't screw something up, you can just boot off the CD to redo the install just to get more practice at it. Bahkan jika Anda tidak mengacaukan sesuatu, Anda bisa boot dari CD untuk mengulang menginstal hanya untuk mendapatkan lebih banyak praktik di itu. I've gone through this install routine at least 80 times trying different options and, because you accept the default selections most of the time, you can literally whip through it in about 15 minutes once you're familier with it. Aku sudah melalui proses instalasi, secara rutin setidaknya 80 kali mencoba pilihan yang berbeda dan, karena Anda menerima pilihan default hampir sepanjang waktu, Anda dapat secara harfiah cambuk melalui itu dalam waktu sekitar 15 menit setelah anda familier dengan itu.

If you're using an older Pentium system with an older BIOS that doesn't allow for booting off of CDs, you'll have to use a Windows system to create two boot floppies. Jika Anda menggunakan sistem Pentium yang lebih tua dengan BIOS yang lebih tua yang tidak memungkinkan untuk boot dari CD, Anda harus menggunakan sistem Windows untuk membuat dua disket boot. (They even have boot disk images for the old 1.2-meg 5.25-inch floppy drives if that's what's set up as the A: drive on your soon-to-be Debian system.) To create the boot floppies on a Windows system get two formatted diskettes and: (Mereka bahkan memiliki boot disk gambar untuk tua mcg 1.2-inch 5.25-floppy drive jika itu yang ditetapkan sebagai J: drive pada Anda segera-to-be Debian.) Untuk membuat boot floppy pada sistem Windows mendapatkan dua diformat disket dan:

  1. Put the Debian CD #1 in the Windows system CD drive and a blank formatted floppy in the floppy drive. Masukkan Debian CD # 1 pada sistem Windows CD drive dan diformat disket kosong pada floppy drive.

  2. Open a DOS window and switch to the CD drive. Buka jendela DOS dan beralih ke drive CD. On most systems this will be the D: drive so type in the letter D followed by a colon and press Enter. Pada kebanyakan sistem ini akan menjadi drive D: maka ketik huruf D diikuti oleh sebuah titik-dua dan tekan Enter.

  3. Go to the directory containing the disk creation program by typing in the following at the DOS prompt: Pergi ke direktori yang berisi program penciptaan disk dengan mengetikkan berikut ini di DOS prompt:

లినుక్ debian

Tentang Linux Vserver

Dengan Linux Vserver kita bisa menjalankan beberapa unit server linux virtual dalam satu server fisik berbasiskan linux. Setiap unit virtual berperan sebagai sebuah lingkungan tersendiri, tapi semua unit masih menggunakan satu versi kernel yang sama. Sehingga linux vserver sangat efisien dalam menggunakan sumber daya dan bisa dikatakan tidak ada overhead ketika menjalankan unit virtual di dalam lingkungan vserver.
Linux vserver berbeda dengan VMware atau Xen. Linux vserver bukan aplikasi virtualisasi yang mengemulasi hardware, tapi lebih kepada menciptakan lingkungan isolasi (chroot). Implementasi Linux Vserver lebih mirip seperti FreeBSD Jails, Solaris Container/Zones atau Virtuozo/OpenVZ. Lengkapnya silahkan baca ditautan yang sudah saya sertakan.

Terminologi

Host adalah induk atau tuan rumah. Host mengatur alokasi sumber daya yang boleh digunakan oleh virtual server.
Virtual Server adalah tamu (guest) yang sistemnya menumpang di induk server. Sumber daya yang dimiliki oleh virtual server hanya sebatas yang dialokasikan oleh induknya. Untuk menyederhanakan, selanjutnya virtual server ini akan disingkat sebagai vserver (dalam konteks guest operating system).

Menyiapkan Host (Induk)


Instal Kernel dan Aplikasi yang Diperlukan

Untuk bisa menjalankan linux vserver, kernel yang kita gunakan harus sudah memuat kode vserver. Berita gembiranya, di versi Debian Etch sudah menyertakan paket kernel linux untuk vserver. Jadi kita tidak perlu repot lagi melakukan patching dan kompilasi secara manual.
apt-get install linux-image-vserver-686 util-vserver vserver-debiantools
Catatan: Untuk anda yang menggunakan prosesor AMD, anda bisa menggunakan paket linux-image-vserver-k7.


Memuat Kernel Vserver

Booting ulang linux anda, agar dia menggunakan kernel vserver. Secara default setelah menginstal paket linux-image-vserver-686, versi kernel utama yang akan digunakan adalah kernel yang sudah memuat kode vserver.
reboot
Lalu periksa versi kernel yang digunakan untuk memastikan kernel yang dimuat adalah kernel vserver.
uname -r
Jika keluaran dari perintah di atas hasilnya 2.6.18-6-vserver-686 (tergantung versi kernel yang terinstall), maka anda sudah memuat versi kernel yang benar. Jika keluaran perintah di atas tidak memuat versi kernel yang benar, maka pastikan konfigurasi grub memilih versi kernel vserver sebagai pilihan utama.

Mengkonfigurasi Ulang Service di Host

Agar tidak terjadi konflik antara host dengan vserver, setiap service yang terinstal di host harus diatur agar hanya melakukan binding (terjemahannya apa ya, silahkan kasih saran) ke ip host. Disarankan agar di host sistem diinstal service seminimal mungkin, misalnya hanya diinstal ssh untuk mengadministrasi host dari remote.
Sebagai contoh agar ssh hanya melakukan binding ke ip host sistem, anda harus mengubah berkas /etc/ssh/sshd_config agar memunculkan opsi berikut:
Berkas: /etc/ssh/sshd_config
ListenAddress 192.168.1.2
Ganti 192.168.1.2 dengan ip host anda.

Selasa, 08 September 2009

mikrotik dan ubuntu server sebagai proxy

Maaf rekan-rekan jika boleh saya mohon pencerahannya, saya juga menerapkan hal yang sama (mikrotik dan ubuntu server sebagai proxy) dengan topologi sbb :
Speedy--->Mikrotik----->HUB---->Client
~~~~~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~~~UBUNTU

Jadi ubuntu boleh dikatakan dibawah Mikrotik, adapun alokasi IP adalah sbb :

Mikrotik :
------------
192.168.1.2/30 <-- ke modem (interface name : internet) 192.168.0.1/24 <-- ke Client (interface name : lan) 192.168.3.1/30 <-- ke ubuntu (interface name : proxy)


Ubuntu :
--------
192.168.3.2/30 <-- ke Mikrotik Quote: isi pada /etc/network/interface : auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.3.2 netmask 255.255.255.252 network 192.168.3.0 broadcast 192.168.3.3 gateway 192.168.3.1



isi pada /etc/resolv.conf :
nameserver 192.168.3.1

Setting pada NAT mikrotik :
0 chain=dstnat src-address=192.168.0.0/24 protocol=tcp dst-port=80 action=dst-nat to-addresses=192.168.3.2
to-ports=3128

1 chain=srcnat out-interface=internet src-address=192.168.3.0/24 action=masquerade

2 chain=srcnat out-interface=internet src-address=192.168.0.0/24 action=masquerade


Karena bukan untuk pemakaian warnet (saya terapkan ditempat kerja), jadi ada beberapa rules yang diberlakukan, semua saya atur di ubuntu (delay pool), dan semua berjalan lancar. IP setiap client tercatat pada log, jadi IP client yang tercatat ini yang saya gunakan untuk membedakan rules pada delay pool.

Nah..., beberapa waktu lalu ada seorang rekan bilang bahwa lebih baik di ubuntu pake 2 Lan Card, maksudnya akses tidak terbebani di 1 NIC saja. Lalu dia saranin 1 IP tambahan ini sejajar dengan IP Client (saya kasih NIC-2 ini IP 192.168.0.111)

Maka topologinya menjadi :
Speedy--->Mikrotik----->HUB---->Client
~~~~~~~~~~~~|~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~~~|~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~UBUNTU~~~~|

Forum Mikrotik Indonesia

Pengelolaan Konfigurasi

Document revision: 1.6 (Mon Sep 19 12:55:52 GMT 2005)
Applies to: V2.9
Translated: Me[at]tajidyakub.net
Edited: Akbar[at]forummikrotik.com

Daftar Isi

  • Informasi Umum
  • Backup Sistem
  • Perintah Export
  • Perintah Import
  • Reset Konfigurasi

Informasi Umum

Ringkasan

Petunjuk / manual ini memperkenalkan perintah-perintah yang dapat dijalankan untuk fungsi-fungsi sebagai berikut:
  • backup sistem
  • restore sistem dari backup
  • export konfigurasi
  • import konfigurasi
  • reset konfigurasi sistem

Deskripsi

Backup konfigurasi dapat digunakan untuk membackup konfigurasi MikroTik RouterOS ke dalam sebuah file binari yang dapat disimpan di router atau diunduh menggunakan FTP. Fasilitas restore konfigurasi dapat digunakan untuk mengembalikan konfigurasi router dari file backup.
Export konfigurasi dapat digunakan untuk memperlihatkan konfigurasi MikroTik RouterOS ke layar konsol atau ke dalam sebuah file teks (script), yang kemudian dapat diunduh dengan menggunakan FTP. Import konfigurasi dapat digunakan untuk mengimport konfigurasi dari sebuah file teks.
Perintah system reset digunakan untuk menghapus semua konfigurasi router. Sebelum melakukan hal tersebut, dianjurkan untuk melakukan backup konfigurasi terlebih dahulu.
Catatan! Untuk meyakinkan bahwa backup tidak gagal, perintah system backup load harus digunakan pada komputer yang sama dengan perangkat keras sama dengan ketika menjalankan perintah system backup save.

Konfigurasi Mikrotik pada PC router untuk gateway internet

Saat booting kemudian masuk ke pilihan paket yg dapat diinstall.
Ilustrasinya sebagai berikut :
Welcome to MikroTik Router Software installation
Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'.
Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to
install remote router or 'q' to cancel and reboot.

[X] system                       [ ] isdn                             [ ] synchronous
[X] ppp                          [ ] lcd                              [ ] telephony
[X] dhcp                         [ ] ntp                              [ ] ups
[X] advanced-tools               [ ] radiolan                         [X] web-proxy
[ ] arlan                        [ ] routerboard                      [ ] wireless
[ ] gps                          [X] routing
[X] hotspot                      [X] security

untuk memilih paket tekan spasi pada saat menyorot.
Anda akan ditanyakan 2 hal :


Warning: all data on the disk will be erased!
Continue? [y/n]
[tekan Y]

Press [Y] to continue or [N] to abort the installation.
Do you want to keep old configuration? [y/n]:
[tekan Y]
You should choose whether you want to keep old configuration (press [Y])
or to erase the configuration permanently (press [N]) and continue without saving it.
For a fresh installation, press [N].
[ tekan Y jika ingin konfigurasi awal disimpan tekan N untuk fresh Install,disini saya lebih memilih N]
Creating partition...
Formatting disk...
The system will install selected packages.
After that you will be prompted to press 'Enter'.
Before doing that, remove the CD from your CD-Drive:
Software installed.
Press ENTER to రెబూట్

Konfigurasi User

Setelah reboot kita bisa login. Gunakan nama : ADMIN dengan password : . Setelah masuk kita buat User Baru untuk menggantikan user admin.
[admin@mikrotik] > user add Name : [isi nama user] Group : full
Pilihan Group yang ada
  • full untuk admin
  • read untuk guest
Selanjutnya membuat password :
[admin@mikrotik] > user print

13 Konfigurasi Hotspot Mikrotik

Setting Hotspot pada Mikrotik Router OS sangat mudah dikonfigurasi. Sistem autentikasi hotspot biasa digunakan ketika kita akan menyediakan akses internet pada areal publik, seperti : Hotel, café, Kampus, airport, taman, mall dll. Teknologi akses internet ini biasanya menggunakan jaringan wireless atau wired. Biasanya menyediakan akses internet gratis dengan menggunakan hotspot atau bisa juga menggunakan Voucher untuk autentikasinya. Ketika membuka halaman web maka router akan mengecek apakah user sudah di autentikasi atau belum. Jika belum melakukan autentikasi, maka user akan di arahkan pada hotspot login page yang mengharuskan mengisi username dan password. Jika informasi login yang dimasukkan sudah benar, maka router akan memasukkan user tersebut kedalam sistem hotspot dan client sudah bisa mengakses halaman web. Selain itu akan muncul popup windows berisi status ip address, byte rate dan time live. Penggunaan akses internet hotspot dapat dihitung berdasarkan waktu (time-based) dan data yang di download/upload (volume-based). Selain itu dapat juga dilakukan melimit bandwidth berdasarkan data rate, total data upload/download atau bisa juga di limit berdasarkan lama pemakaian.
Cara mudah setting hotspot pada mikrotik adalah ada 2 (dua) pilihan selain menggunakan teks mode kita juga bisa menggunakan setting wizard dengan menggunakan Winbox Router OS,
Langkah-langkat berikut merupakan konfigurasi dasar hotspot mikrotik sebagai Gateway Server. Pertama install Mikrotik Router OS pada PC atau pasang DOM atau kalau menggunakan Rouer Board langsung aja Login = ‘admin’ sedangkan untuk pasword anda kosongin untuk defaultnya.
Masuk ke IP ==> Hotspot ==> Setup
hotspot-mikrotik
Kemudian tentukan IP lokal hospot yang akan ada gunakan, misal 192.168.10.1 dan Tentukan IP DHCP ke clientnya yang akan anda gunakan, dalam contoh ini adalah 192.168.10.2-192.168.10.255
hotspot1
hotspot3
Untuk SMTP Server sebaiknya anda kosongin saja, Kemudian DNS servernya anda isikan sesuaikan dengan Provider anda, dalam contoh ini adalah DNS1=202.47.78.1 DNS2=202.47.78.9
hotspot4
hotspot5
DNS lokal hotspot anda NEXT saja kemudian pada Hotspot user anda dalam contoh berikut diisi admin password admin123

Apa sih MikroTik RouterOS ఇటు????

MikroTik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network (PC Router) yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP, Lembaga Pendidikan, Perusahaan Komersial, Provider Hotspot.
Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”
1. Set IP untuk masing-masing ethernet card
#ip address add address=192.168.0.2/24 interface=ether1
#ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2
Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:
#ip address print
Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar
#ping 192.168.0.1
#ping 192.168.10.2
2. Menambahkan Routing
#ip route add gateway=192.168.0.1
3. Setting Domain Name Server
#ip dns set primary-dns=192.168.25.45 allow-remote-requests=yes
#ip dns set secondary-dns=202.127.110.242 allow-remote-requests=yes
Karena koneksi ini menggunakan Wireless Provider Cengkareng, maka DNS yg aq pake ya punya Provider Cengkareng. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.