Anda dapat menggunakan Jaringan Privat Virtual (VPN) untuk menyambungkan komponen ke satu jaringan dengan menggunakan jaringan lain, seperti Internet. Jaringan Privat Virtual melakukan ini dengan "penerobosan" melalui Internet atau jaringan publik lain dengan cara menyediakan keamanan dan fitur yang sama seperti jaringan pribadi. Dengan VPN, sambungan lintas jaringan publik dapat mentransfer data dengan menggunakan infrastruktur route Internet, tetapi bagi pengguna, data terlihat melalui link pribIkhtisar VPN
Senin, 18 April 2011
VPN
Anda dapat menggunakan Jaringan Privat Virtual (VPN) untuk menyambungkan komponen ke satu jaringan dengan menggunakan jaringan lain, seperti Internet. Jaringan Privat Virtual melakukan ini dengan "penerobosan" melalui Internet atau jaringan publik lain dengan cara menyediakan keamanan dan fitur yang sama seperti jaringan pribadi. Dengan VPN, sambungan lintas jaringan publik dapat mentransfer data dengan menggunakan infrastruktur route Internet, tetapi bagi pengguna, data terlihat melalui link pribIkhtisar VPN
membuat VPN server
- Start -> Control Panel -> Network Connections -> Create a New Connection
- Klik Next -> Pilih “Set up an advanced connection“
- Klik Next -> Pilih “Accept incoming connections“
- Klik Next -> Kalau komputer/laptop kalian ada port LPT1 (printer) jangan di beri tanda centang, abaikan saja -> Klik Next
- Pilih “Allow virtual private connections” -> Klik Next
- Pilih User yang kita perbolehkan untuk melakukan koneksi kedalam mesin, Bisa juga kita menambahkan User sendiri dengan klik tombol “Add“
- Klik Next -> Pilih “Internet Protocol (TCP/IP)” -> Properties
- Centang “Allow callers to access my local area network” (Jika memperbolehkan user mengakses lokal area network termasuk didalamnya share files/printers/device lainnya yang dishare) Kalau tidak memperbolehkan silahkan dihapus centangnya. Pilih “Assign TCP/IP addresses automatically using DHCP” Kalau menggunakan DHCP server (butuh program khusus karena XP tidak menyediakan DHCP server secara default). Pilih “Specify TCP/IP addresses” range (batasan) misalnya 192.168.0.1 sampai dengan 192.168.1.255 maka otomatis client terhubung akan mendapatkan IP dalam range tersebut selama available. Pilih “Allow calling computer to specify it’s own IP address” Jika memperbolehkan user yang terhubung boleh merubah konfigurasi TCP/IP sendiri secara manual.
- Klik Next -> Klik Finish
Rabu, 13 April 2011
Cara Setting Wireless RB433,RB411,RB800,RB600 Point to Multi Point Dengan Antenna Sectoral
1.Setting Wireless RB433UAH 3 buah AP ABG dengan Antenna Sectoral (settingan ini sama saja dengan Wireless Outdoor RB433 - 3 buah AP ABG,Wireless Outdoor RB 433 AH - 3 buah AP ABG,Wireless Outdoor RB600 – 3 buah AP ABG, Wireless Outdoor RB800 – 3 buah AP ABG
Mari Kita Mulai………..
--Jalankan RB33UAH dengan winbox,Download Winbox ((DISINI)
--Dimenu utama Winbox pilih “Wireless”,klik kanan “Wlan1”kemudian klik “Enable”…di menu “Wireless Table” double klik “wlan1,(perhatian!!!! Jangan enablekan Wlan2 cukup Wlan1 saja dulu,karena berakibatkan interfensi)”dan klik “Advanced Mode”,Advanced Mode terletak di bawah kanan,lihat kursor gambar di bawah ini:
Cara Setting Wireless WA5210G Client Hotspot
--Cara Setting Wireless WA5210G ini.. tidak susah,selain itu harga Wireless Wa5210G ini tidak Begitu Mahal.
--Fasilitas Hardware dan Softwarenya juga lengkap seperti Fasilitas Anti petir dan Routing juga ada.
--Ok kalau begitu saya langsung mulai:
--Masukkan Ip Address Di Komputer Atau Notebook 192.168.1.1,Lihat gambar di bawah ini:
Cara Melihat Log Access Client di Proxy Router Mikrotik
--Pastikan Proxy anda telah berjalan
--Remote Proxy Router Mikrotik dengan winbox,Download Winbox ((DI SINI))
--Di menu utama Winbox pilih “System” kemudian “Logging” seperti gambar di bawah ini:
Cara setting Mikrotik Router ip address yang di perbolehkan konek ke internet
Step by Step Setup Hotspot dengan Halaman Login Mikrotik Router
1. Pertama masuk ek router dengan WINBOX
Misal kita mempunyai 2 Interface :
Up yang ke Internet
LAN yang ke LAN (akan disetup jadi Hotspot)
2. Winbox : Pilih Menu IP -> Hotspot
3. Hotspot : Pilih tab Server -> Hotspot Setup
4. Selanjutnya Ikuti Langkah berikut :
VPN
Menurut IETF, Internet Engineering Task Force, VPN is an emulation of [a] private Wide Area Network(WAN) using shared or public IP facilities, such as the Internet or private IP backbones.VPN merupakan suatu bentuk private internet yang melalui public network (internet), dengan menekankan pada keamanan data dan akses global melalui internet. Hubungan ini dibangun melalui suatu tunnel (terowongan) virtual antara 2 node.
Selasa, 26 Januari 2010
Kamis, 21 Januari 2010
mikrotik
Installasi Router Mikrotik
Author: adminApabila proses booting awal berjalan dengan baik kemudian akan ditampilkan menu instalasi Mikrotik sebagai berikut :
Minggu, 22 November 2009
instalasiOS
Don't worry about screwing things up. Jangan khawatir tentang hal-hal yang mengacaukan atas. If you do, just hit the reset button on the PC and start over. Jika Anda melakukannya, tekan saja tombol reset pada PC dan memulai lagi. Even if you don't screw something up, you can just boot off the CD to redo the install just to get more practice at it. Bahkan jika Anda tidak mengacaukan sesuatu, Anda bisa boot dari CD untuk mengulang menginstal hanya untuk mendapatkan lebih banyak praktik di itu. I've gone through this install routine at least 80 times trying different options and, because you accept the default selections most of the time, you can literally whip through it in about 15 minutes once you're familier with it. Aku sudah melalui proses instalasi, secara rutin setidaknya 80 kali mencoba pilihan yang berbeda dan, karena Anda menerima pilihan default hampir sepanjang waktu, Anda dapat secara harfiah cambuk melalui itu dalam waktu sekitar 15 menit setelah anda familier dengan itu.
If you're using an older Pentium system with an older BIOS that doesn't allow for booting off of CDs, you'll have to use a Windows system to create two boot floppies. Jika Anda menggunakan sistem Pentium yang lebih tua dengan BIOS yang lebih tua yang tidak memungkinkan untuk boot dari CD, Anda harus menggunakan sistem Windows untuk membuat dua disket boot. (They even have boot disk images for the old 1.2-meg 5.25-inch floppy drives if that's what's set up as the A: drive on your soon-to-be Debian system.) To create the boot floppies on a Windows system get two formatted diskettes and: (Mereka bahkan memiliki boot disk gambar untuk tua mcg 1.2-inch 5.25-floppy drive jika itu yang ditetapkan sebagai J: drive pada Anda segera-to-be Debian.) Untuk membuat boot floppy pada sistem Windows mendapatkan dua diformat disket dan:
- Put the Debian CD #1 in the Windows system CD drive and a blank formatted floppy in the floppy drive. Masukkan Debian CD # 1 pada sistem Windows CD drive dan diformat disket kosong pada floppy drive.
- Open a DOS window and switch to the CD drive. Buka jendela DOS dan beralih ke drive CD. On most systems this will be the D: drive so type in the letter D followed by a colon and press Enter. Pada kebanyakan sistem ini akan menjadi drive D: maka ketik huruf D diikuti oleh sebuah titik-dua dan tekan Enter.
- Go to the directory containing the disk creation program by typing in the following at the DOS prompt: Pergi ke direktori yang berisi program penciptaan disk dengan mengetikkan berikut ini di DOS prompt:
లినుక్ debian
Tentang Linux Vserver
Dengan Linux Vserver kita bisa menjalankan beberapa unit server linux virtual dalam satu server fisik berbasiskan linux. Setiap unit virtual berperan sebagai sebuah lingkungan tersendiri, tapi semua unit masih menggunakan satu versi kernel yang sama. Sehingga linux vserver sangat efisien dalam menggunakan sumber daya dan bisa dikatakan tidak ada overhead ketika menjalankan unit virtual di dalam lingkungan vserver.Linux vserver berbeda dengan VMware atau Xen. Linux vserver bukan aplikasi virtualisasi yang mengemulasi hardware, tapi lebih kepada menciptakan lingkungan isolasi (chroot). Implementasi Linux Vserver lebih mirip seperti FreeBSD Jails, Solaris Container/Zones atau Virtuozo/OpenVZ. Lengkapnya silahkan baca ditautan yang sudah saya sertakan.
Terminologi
Host adalah induk atau tuan rumah. Host mengatur alokasi sumber daya yang boleh digunakan oleh virtual server.Virtual Server adalah tamu (guest) yang sistemnya menumpang di induk server. Sumber daya yang dimiliki oleh virtual server hanya sebatas yang dialokasikan oleh induknya. Untuk menyederhanakan, selanjutnya virtual server ini akan disingkat sebagai vserver (dalam konteks guest operating system).
Menyiapkan Host (Induk)
Instal Kernel dan Aplikasi yang Diperlukan
Untuk bisa menjalankan linux vserver, kernel yang kita gunakan harus sudah memuat kode vserver. Berita gembiranya, di versi Debian Etch sudah menyertakan paket kernel linux untuk vserver. Jadi kita tidak perlu repot lagi melakukan patching dan kompilasi secara manual.apt-get install linux-image-vserver-686 util-vserver vserver-debiantools
| Catatan: Untuk anda yang menggunakan prosesor AMD, anda bisa menggunakan paket linux-image-vserver-k7. |
Memuat Kernel Vserver
Booting ulang linux anda, agar dia menggunakan kernel vserver. Secara default setelah menginstal paket linux-image-vserver-686, versi kernel utama yang akan digunakan adalah kernel yang sudah memuat kode vserver.rebootLalu periksa versi kernel yang digunakan untuk memastikan kernel yang dimuat adalah kernel vserver.
uname -rJika keluaran dari perintah di atas hasilnya
2.6.18-6-vserver-686 (tergantung versi kernel yang terinstall), maka anda sudah memuat versi kernel yang benar. Jika keluaran perintah di atas tidak memuat versi kernel yang benar, maka pastikan konfigurasi grub memilih versi kernel vserver sebagai pilihan utama. Mengkonfigurasi Ulang Service di Host
Agar tidak terjadi konflik antara host dengan vserver, setiap service yang terinstal di host harus diatur agar hanya melakukan binding (terjemahannya apa ya, silahkan kasih saran) ke ip host. Disarankan agar di host sistem diinstal service seminimal mungkin, misalnya hanya diinstal ssh untuk mengadministrasi host dari remote.Sebagai contoh agar ssh hanya melakukan binding ke ip host sistem, anda harus mengubah berkas /etc/ssh/sshd_config agar memunculkan opsi berikut:
| Berkas: /etc/ssh/sshd_config |
ListenAddress 192.168.1.2 |
Selasa, 08 September 2009
mikrotik dan ubuntu server sebagai proxy
Speedy--->Mikrotik----->HUB---->Client
~~~~~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~~~UBUNTU
Jadi ubuntu boleh dikatakan dibawah Mikrotik, adapun alokasi IP adalah sbb :
Mikrotik :
------------
192.168.1.2/30 <-- ke modem (interface name : internet) 192.168.0.1/24 <-- ke Client (interface name : lan) 192.168.3.1/30 <-- ke ubuntu (interface name : proxy)
Ubuntu :
--------
192.168.3.2/30 <-- ke Mikrotik Quote: isi pada /etc/network/interface : auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.3.2 netmask 255.255.255.252 network 192.168.3.0 broadcast 192.168.3.3 gateway 192.168.3.1
isi pada /etc/resolv.conf :
nameserver 192.168.3.1
Setting pada NAT mikrotik :
0 chain=dstnat src-address=192.168.0.0/24 protocol=tcp dst-port=80 action=dst-nat to-addresses=192.168.3.2
to-ports=3128
1 chain=srcnat out-interface=internet src-address=192.168.3.0/24 action=masquerade
2 chain=srcnat out-interface=internet src-address=192.168.0.0/24 action=masquerade
Karena bukan untuk pemakaian warnet (saya terapkan ditempat kerja), jadi ada beberapa rules yang diberlakukan, semua saya atur di ubuntu (delay pool), dan semua berjalan lancar. IP setiap client tercatat pada log, jadi IP client yang tercatat ini yang saya gunakan untuk membedakan rules pada delay pool.
Nah..., beberapa waktu lalu ada seorang rekan bilang bahwa lebih baik di ubuntu pake 2 Lan Card, maksudnya akses tidak terbebani di 1 NIC saja. Lalu dia saranin 1 IP tambahan ini sejajar dengan IP Client (saya kasih NIC-2 ini IP 192.168.0.111)
Maka topologinya menjadi :
Speedy--->Mikrotik----->HUB---->Client
~~~~~~~~~~~~|~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~~~|~~~~~~~~|
~~~~~~~~~~UBUNTU~~~~|
Forum Mikrotik Indonesia
Pengelolaan Konfigurasi
| Document revision: | 1.6 (Mon Sep 19 12:55:52 GMT 2005) |
| Applies to: | V2.9 |
| Translated: | Me[at]tajidyakub.net |
| Edited: | Akbar[at]forummikrotik.com |
Daftar Isi
- Informasi Umum
- Backup Sistem
- Perintah Export
- Perintah Import
- Reset Konfigurasi
Informasi Umum
Ringkasan
Petunjuk / manual ini memperkenalkan perintah-perintah yang dapat dijalankan untuk fungsi-fungsi sebagai berikut:- backup sistem
- restore sistem dari backup
- export konfigurasi
- import konfigurasi
- reset konfigurasi sistem
Deskripsi
Backup konfigurasi dapat digunakan untuk membackup konfigurasi MikroTik RouterOS ke dalam sebuah file binari yang dapat disimpan di router atau diunduh menggunakan FTP. Fasilitas restore konfigurasi dapat digunakan untuk mengembalikan konfigurasi router dari file backup.Export konfigurasi dapat digunakan untuk memperlihatkan konfigurasi MikroTik RouterOS ke layar konsol atau ke dalam sebuah file teks (script), yang kemudian dapat diunduh dengan menggunakan FTP. Import konfigurasi dapat digunakan untuk mengimport konfigurasi dari sebuah file teks.
Perintah system reset digunakan untuk menghapus semua konfigurasi router. Sebelum melakukan hal tersebut, dianjurkan untuk melakukan backup konfigurasi terlebih dahulu.
Catatan! Untuk meyakinkan bahwa backup tidak gagal, perintah system backup load harus digunakan pada komputer yang sama dengan perangkat keras sama dengan ketika menjalankan perintah system backup save.
Konfigurasi Mikrotik pada PC router untuk gateway internet
Ilustrasinya sebagai berikut :
Welcome to MikroTik Router Software installation
Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'. Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to install remote router or 'q' to cancel and reboot. [X] system [ ] isdn [ ] synchronous [X] ppp [ ] lcd [ ] telephony [X] dhcp [ ] ntp [ ] ups [X] advanced-tools [ ] radiolan [X] web-proxy [ ] arlan [ ] routerboard [ ] wireless [ ] gps [X] routing [X] hotspot [X] security
untuk memilih paket tekan spasi pada saat menyorot.
Anda akan ditanyakan 2 hal :
Warning: all data on the disk will be erased! Continue? [y/n] [tekan Y] Press [Y] to continue or [N] to abort the installation. Do you want to keep old configuration? [y/n]: [tekan Y]
You should choose whether you want to keep old configuration (press [Y]) or to erase the configuration permanently (press [N]) and continue without saving it. For a fresh installation, press [N]. [ tekan Y jika ingin konfigurasi awal disimpan tekan N untuk fresh Install,disini saya lebih memilih N]
Creating partition... Formatting disk...
The system will install selected packages. After that you will be prompted to press 'Enter'. Before doing that, remove the CD from your CD-Drive:
Software installed. Press ENTER to రెబూట్
Konfigurasi User
Setelah reboot kita bisa login. Gunakan nama : ADMIN dengan password :[admin@mikrotik] > user add Name : [isi nama user]
Pilihan Group yang ada
- full untuk admin
- read untuk guest
[admin@mikrotik] > user print
13 Konfigurasi Hotspot Mikrotik
Masuk ke IP ==> Hotspot ==> Setup
Kemudian tentukan IP lokal hospot yang akan ada gunakan, misal 192.168.10.1 dan Tentukan IP DHCP ke clientnya yang akan anda gunakan, dalam contoh ini adalah 192.168.10.2-192.168.10.255
Apa sih MikroTik RouterOS ఇటు????
1. Set IP untuk masing-masing ethernet card
#ip address add address=192.168.0.2/24 interface=ether1
#ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2
Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:
#ip address print
Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar
#ping 192.168.0.1
#ping 192.168.10.2
2. Menambahkan Routing
#ip route add gateway=192.168.0.1
3. Setting Domain Name Server
#ip dns set primary-dns=192.168.25.45 allow-remote-requests=yes
#ip dns set secondary-dns=202.127.110.242 allow-remote-requests=yes
Karena koneksi ini menggunakan Wireless Provider Cengkareng, maka DNS yg aq pake ya punya Provider Cengkareng. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.
Menganalisa Jaringan Menggunakan Ping dan Traceroute
biasanya, di internet hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab, yang paling
sering adalah karena jalur internet yang kita lalui memang sedang melambatatau
penuh atau server dari alamat web tersebut sedang diakses oleh banyak orang
sehingga membutuhkan waktu bagi server tersebut untuk memproses permintaan kita.
Memang sulit untuk mendeteksi permasalahan yang ada pada server remote (server
yang terletak di tempat lain), tetapi ada beberapa software yang dapat membantu
kita untuk mendeteksi kondisi jaringan yang kita lalui.
Dua software yang paling sering penulis pakai untuk mendeteksi jaringan adalah
ping dan traceroute. Utility tersebut pada mulanya diciptakan untuk sistem
operasi Unix, tetapi sekarang juga diterapkan pada DOS dan Window
s, bernama ping
dan tracert. Juga ada versi dari program ini yang berjalan pada
Macintosh. Untuk
artikel ini, penulis mengasumsikan pembaca menggunakan Unix atau Linux, tetapi
cara yang sama dapat diterapkan pada DOS dan Windows.
Penulis akan memulai dengan ping. Ping bekerja dengan mengirimkan sebuah paket
data yang disebut dengan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request.
Paket ICMP ini biasanya digunakan untuk mengirimkan informasi tentang kondisi
jaringan antara dua host (komputer). Informasi yang dikirim kurang lebih adalah
“jangan lakukan itu”, “kirimkan paket yang lebih kecil”, “data yang anda cari
tidak ada”, “jangan kesini, anda harusnya kesana”. Jika sebuah host menerima
Echo Request ini, dia harus merespon dengan mengirimkan Echo Reply, dengan
menempatkan Echo Request ke bagian data pada Echo Reply.
Penggunaan ping cukup sederhana, kita tinggal mengetikkan : ping namahost,dimana
namahost adalah nama atau nomor IP dari host yang kita tuju. Banyak sekali versi
dari ping, tetapi jika anda menggunakan ping milik Linux, maka outputnya akan
menjadi seperti berikut :
$ ping www.silvia.com
PING silvia.com (198.168.0.2): 56 data bytes
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=0 ttl=253 time=0.398 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=1 ttl=253 time=0.552 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=2 ttl=253 time=0.554 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=3 ttl=253 time=0.553 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=4 ttl=253 time=0.554 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=5 ttl=253 time=0.551 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=6 ttl=253 time=0.552 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=7 ttl=253 time=0.554 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=8 ttl=253 time=0.554 ms
64 bytes from 198.168.0.2: icmp_seq=9 ttl=253 time=0.553 ms
^C
Setting speedy pake mikrotikOS
Setting dan konfigurasi Router Mikrotik
LAN —> Mikrotik RouterOS —> Modem ADSL —> INTERNET
Untuk LAN, kita menggunakan ip address class C, dengan network 192.168.10.0/24. Untuk Mikrotik RouterOS, kita perlu dua ethernet card. Satu (ether1 – 192.168.1.2/24) untuk sambungan ke Modem ADSL dan satu lagi (ether2 – 192.168.10.1/24) untuk sambungan ke LAN. Untuk Modem ADSL, IP kita set 192.168.1.1/24.
Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”
1. Set IP untuk masing² ethernet card
ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1 (public)
ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2 (local)
Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:
ip address print
Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar
ping 192.168.1.1
ping 192.168.10.10
2. Menambahkan Routing
ip route add gateway=192.168.1.1
3. Setting DNS
ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-requests=yes
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
Karena koneksi ini menggunakan Speedy dari Telkom, maka DNS yg aq pake ya punya Telkom. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.
Setelah itu coba Anda lakukan ping ke yahoo.com misalnya:
ping yahoo.com
Jika hasilnya sukses, maka settingan DNS sudah benar
4. Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading
Agar semua komputer yg ada di LAN bisa terhubung ke internet juga, maka Anda perlu menambahkan NAT (Masquerade) pada Mikrotik.
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
Sekarang coba lakukan ping ke yahoo.com dari komputer yang ada di LAN
ping yahoo.com
Jika hasilnya sukses, maka setting masquerade sudah benar
5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Karena alasan supaya praktis, temenku pengin pake DHCP Server. Biar klo tiap ada klien yang konek, dia ga perlu setting IP secara manual. Tinggal obtain aja dari DHCP Server, beres dah. Untungnya Mikrotik ini juga ada fitur DHCP Servernya. Jadi ya ga ada masalah..
* Membuat IP Address Pool
ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.254
* Menambahkan DHCP Network
ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155
* Menambahkan Server DHCP
ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
Sekarang coba lakukan testing dari komputer klien, untuk me-request IP Address dari Server DHCP. Jika sukses, maka sekali lagi, settingannya udah bener
6. Management Bandwidth
Agar semua komputer klien pada LAN tidak saling berebut bandwidth, maka perlu dilakukan yg namanya bandwidth management atau bandwidth control, idea: (saya menggunakan simple que supaya lebih mudah ;
queue simple add name=”Billing” target-address=192.168.10.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=Local queue=default priority=8 limit-at=16000/32000 max-limit=16000/64000
queue simple add name=”Kasir” target-addresses=192.168.10.3/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=Local parent=Shaping priority=8 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/256000 total-queue=default
Lanjutkan perintah tersebut untuk semua client yang ingin di limit bnadwithnya.
7. Graphing
Mikrotik ini juga dilengkapi dengan fungsi monitoring traffic layaknya MRTG biasa. Jadi kita bisa melihat berapa banyak paket yg dilewatkan pada PC Mikrotik kita.
tool graphing set store-every=5min
Berikutnya yang akan kita monitor adalah paket² yg lewat semua interface yg ada di PC Mikrotik kita, klo di komputerku ada ether1 dan ether2.
tool graphing interface add interface=all store-on-disk=yes
Sekarang coba arahkan browser anda ke IP Router Mikrotik. Klo aq di sini:
http://192.168.10.1/graphs/
Nanti akan ada pilihan interface apa aja yg ada di router Anda. Coba klik salah satu, maka Anda akan bisa melihat grafik dari paket2 yg lewat pada interface tersebut.





