Selasa, 08 September 2009

Setting speedy pake mikrotikOS

Untuk LAN, kita pake kelas C, dengan network 192.168.0.0/24. Untuk Mikrotik RouterOS, kita perlu dua ethernet card. Satu (ether1 – 192.168.1.2/24) untuk sambungan ke Modem ADSL dan satu lagi (ether2 – 192.168.0.1/24) untuk sambungan ke LAN. Untuk Modem ADSL, IP kita set 192.168.1.1/24.
Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”
Set IP untuk masing²ethernet card
ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2
Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:

ip address print
Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar
ping 192.168.1.1
ping 192.168.0.10
Menambahkan Routing
ip route add gateway=192.168.1.1
Setting DNS
ip dns set primary-dns=202.134.2.5 allow-remote-requests=yes
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
Karena koneksi ini menggunakan Speedy dari Telkom, maka
DNS yg aq pake ya punya Telkom. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.
Setelah itu coba Anda lakukan ping ke yahoo.com misalnya:
ping yahoo.com
Jika hasilnya sukses, maka settingan DNS sudah benar
Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading
Agar semua komputer yg ada di LAN bisa terhubung ke internet juga, maka Anda perlu menambahkan NAT (Masquerade) pada Mikrotik.
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
Sekarang coba lakukan ping ke yahoo.com dari komputer yang ada di LAN
ping yahoo.com

Setting dan konfigurasi Router Mikrotik

LAN —> Mikrotik RouterOS —> Modem ADSL —> INTERNET

Untuk LAN, kita menggunakan ip address class C, dengan network 192.168.10.0/24. Untuk Mikrotik RouterOS, kita perlu dua ethernet card. Satu (ether1 – 192.168.1.2/24) untuk sambungan ke Modem ADSL dan satu lagi (ether2 – 192.168.10.1/24) untuk sambungan ke LAN. Untuk Modem ADSL, IP kita set 192.168.1.1/24.

Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”

1. Set IP untuk masing² ethernet card

ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1 (public)

ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2 (local)

Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:

ip address print

Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar

ping 192.168.1.1
ping 192.168.10.10

2. Menambahkan Routing
ip route add gateway=192.168.1.1

3. Setting DNS

ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-requests=yes
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes

Karena koneksi ini menggunakan Speedy dari Telkom, maka DNS yg aq pake ya punya Telkom. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.

Setelah itu coba Anda lakukan ping ke yahoo.com misalnya:

ping yahoo.com

Jika hasilnya sukses, maka settingan DNS sudah benar

4. Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading

Agar semua komputer yg ada di LAN bisa terhubung ke internet juga, maka Anda perlu menambahkan NAT (Masquerade) pada Mikrotik.

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

Sekarang coba lakukan ping ke yahoo.com dari komputer yang ada di LAN

ping yahoo.com

Jika hasilnya sukses, maka setting masquerade sudah benar

5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Karena alasan supaya praktis, temenku pengin pake DHCP Server. Biar klo tiap ada klien yang konek, dia ga perlu setting IP secara manual. Tinggal obtain aja dari DHCP Server, beres dah. Untungnya Mikrotik ini juga ada fitur DHCP Servernya. Jadi ya ga ada masalah.. 8)
* Membuat IP Address Pool

ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.254

* Menambahkan DHCP Network
ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155

* Menambahkan Server DHCP

ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
Sekarang coba lakukan testing dari komputer klien, untuk me-request IP Address dari Server DHCP. Jika sukses, maka sekali lagi, settingannya udah bener

6. Management Bandwidth

Agar semua komputer klien pada LAN tidak saling berebut bandwidth, maka perlu dilakukan yg namanya bandwidth management atau bandwidth control, idea: (saya menggunakan simple que supaya lebih mudah ;

queue simple add name=”Billing” target-address=192.168.10.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=Local queue=default priority=8 limit-at=16000/32000 max-limit=16000/64000

queue simple add name=”Kasir” target-addresses=192.168.10.3/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=Local parent=Shaping priority=8 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/256000 total-queue=default

Lanjutkan perintah tersebut untuk semua client yang ingin di limit bnadwithnya.

7. Graphing

Mikrotik ini juga dilengkapi dengan fungsi monitoring traffic layaknya MRTG biasa. Jadi kita bisa melihat berapa banyak paket yg dilewatkan pada PC Mikrotik kita.

tool graphing set store-every=5min

Berikutnya yang akan kita monitor adalah paket² yg lewat semua interface yg ada di PC Mikrotik kita, klo di komputerku ada ether1 dan ether2.

tool graphing interface add interface=all store-on-disk=yes

Sekarang coba arahkan browser anda ke IP Router Mikrotik. Klo aq di sini:

http://192.168.10.1/graphs/

Nanti akan ada pilihan interface apa aja yg ada di router Anda. Coba klik salah satu, maka Anda akan bisa melihat grafik dari paket2 yg lewat pada interface tersebut.

ఇంస్తాల్లసి mikrotik

MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai

network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :

- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.

- Statefull firewall

- Hotspot for Plug-and-Play access

- remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com. Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.

Sumber wikipedia

Install Mikrotik

persiapan untuk membuat mikrotik router gak perlu spek komputer yang wah wah..komputer biasa aja bisa kok..dengan modal

  1. CPU pentium 3 udah keren banget :D
  2. memori 128 dah mantap juga :P
  3. HDD 10 GB dah cukup banget

oke langsung ke tahap install mikortiknya

#sekarang lakukan booting CD Mikrotik pada komputer anda yang mau dibikin router (perlu di inget mikrotik gak gratis lhoo stop bajakan yah)

#setelah berhasil booting pilihlah pake paket yang anda perlukan untuk mikrotik router anda :)

#jika anda sudah memilih paket yang akan di install tekan “i” untuk menginstall router anda nanti ada informasi sebagai konfirmasi yang menanyakan apakah sudah benar yang kita lakukan dan apakah anda siap untuk melakukan format HDD anda?.. jika anda bener bener yakin tekan “y” lalu enter setelah itu tunggulah beberapa saat karena mikrotik sedang melakukan format pada hdd anda

#Jika sudah selesai install mikrotik akan memberikan informasi Mikrotik telah sukses di instal tekan enter untuk restart komputer sebelum restart ada baiknya jika anda keluarkan terlebih dahulu CD anda dan lakukan restart

#setelah booting ada user Login silahkan masukan

username :admin

password : kosongkan saja tekan enter langsung untuk default

naaah jika berhasil masuk selamat anda berhasil menginstal mikrotik router dan tinggal melakukan Konfigurasi router

untuk setting dasar mikrotik router akan saya lanjutkan pada tulisan berikutnya

:)


Senin, 13 Juli 2009

JARINGAN WORKGROUP, LAN & WAN

Penggabungan
teknologi komputer dan komunikasi berpengaruh sekali terhadap bentuk organisasi
sistem komputer. Dewasa ini, konsep "pusat komputer", dalam sebuah
ruangan yang berisi sebuah komputer besar, tempat dimana semua pengguna
mengolah pekerjaannya, merupakan konsep yang sudah ketinggalan jaman. Model
komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi
telah diganti oleh sekumpulan komputer berjumlah banyak yang terpisah-pisah
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Sistem seperti ini
disebut sebagai Jaringan Komputer (Computer Network) .








Apa jaringan komputer
itu dan apa manfaatnya? 


Jaringan
Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer
otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat
saling bertukar informasi. Pembatasan istilah otonom disini adalah untuk
membedakan dengan sistem master/slave. Bila sebuah komputer dapat membuat
komputer lainnya aktif atau tidak aktif dan mengontrolnya, maka komputer
komputer tersebut tidak otonom. Sebuah sistem dengan unit pengendali (control
unit) dan sejumlah komputer lain yang merupakan slave bukanlah suatu
jaringan; komputer besar dengan remote printer dan terminalpun bukanlah suatu
jaringan.




Manfaat Jaringan 




Secara umum, jaringan
mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri
sendiri dan dunia usaha telah pula mengakui bahwa akses ke teknologi informasi
modern selalu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas
dalam bidang teknologi. 


Jaringan memungkinkan
manajemen sumber daya lebih efisien. Misalnya,
banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi,
dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain
itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi
stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama. 


Jaringan membantu
mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan
baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang
berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses. 


Jaringan membantu
mempercepat proses berbagi data (data sharing). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan
sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan. 


Jaringan memungkinkan
kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan
substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan,
pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu
team bekerja lebih produktif. 


Jaringan membantu usaha
dalam melayani klien mereka secara lebih efektif. Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan
karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung
berkomunikasi dengan pemasok.








Ada tiga tipe jaringan yang
umum yang digunakan antara lain :



Jaringan
WorkGroup, 



Janringan Lan,
dan 



Jaringan Wan








Jaringan Workgroup


Jaringan
ini terdiri dari beberapa unit komputer yang dihubungkan dengan menggunakan
Network Interface Card atau yang biasa disebut dengan Local Area Network Card,
serta dengan menggunakan kabel BNC maupun UTP. Semua unit komputer yang
terhubung dapat mengakses data dari unit komputer lainnya dan juga dapat
melakukan print document pada printer yang terhubung dengan unit komputer
lainnya.





Keuntungan Jaringan
Workgroup.


· 
Pertukaran file
dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing). 


· 
Pemakaian printer
dapat dilakukan oleh semua unit komputer (Printer Sharing). 


· 
Akses data
dari/ke unit komputer lain dapat di batasi dengan tingkat sekuritas pada
password yang diberikan. 


· 
Komunikasi antar
karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat. 


· 
Bila salah satu
unit komputer terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian unit komputer
pada jaringan ini dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax
melalui 1 modem.





[img(490,165)]file:///C:/DOCUME%7E1/Bdi/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif[/img]













Jaringan LAN


LAN
(Local Area Network) adalah suatu kumpulan komputer, dimana terdapat beberapa
unit komputer (client) dan 1 unit komputer untuk bank data (server). Antara
masing-masing client maupun antara client dan server dapat saling bertukar file
maupun saling menggunakan printer yang terhubung pada unit-unit komputer yang
terhubung pada jaringan LAN.


Berdasarkan
kabel yang digunakan ,ada dua cara membuat jaringan LAN, yaitu dengan kabel BNC dan kabel UTP.





Keuntungan Jaringan
LAN.


· 
Pertukaran file
dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing). 


· 
Pemakaian printer
dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing). 


· 
File-file data
dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client
menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan
struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin. 


· 
File data yang
keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol. 


· 
Proses backup
data menjadi lebih mudah dan cepat. 


· 
Resiko kehilangan
data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali. 


· 
Komunikasi antar
karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat. 


· 

 [img(451,136)]file:///C:/DOCUME%7E1/Bdi/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif[/img]




Bila salah satu client/server terhubung dengan
modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke
jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem. 












 [img(394,271)]file:///C:/DOCUME%7E1/Bdi/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif[/img]
















Jaringan WAN


WAN
(Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan/atau Workgroup yang
dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet,
dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor cabang. Dengan
sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan dengan cepat
serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan
jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara kantor pusat dan
kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang berada di lain kota
ataupun negara.


Keuntungan Jaringan
WAN.


· 
Server kantor
pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang. 


· 
Komunikasi antar
kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat. 


· 
Dokumen/File yang
biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail
dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang
relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat. 


· 
Pooling Data dan
Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang
ditentukan. 


[img(576,489)]file:///C:/DOCUME%7E1/Bdi/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.jpg[/img]









sumberna : http://onno.vlsm.org/v11/ref-ind-1/network/jaringan-workgroup-lan-wan-1998.rtf

Senin, 06 Juli 2009

langkah langkah installasi Linux (Debian woody)

LANGKAH I
Persiapan Menginstall Linux (Debian)
Nyalakan komputer, kemudian tekan [delete] untuk masuk ke bios,
Setelah di dalam bios, pilih menu
BIOS FEATURES SETUP
tekan [ENTER]
Setelah itu pilihlah menu Boot Sequence agar menjadi CDROM,C,A

[ESC]
Pilih,
SAVE & EXIT SETUP
tekan [ENTER]
tekan y [ENTER]
Maka komputer akan mulai booting kembali dengan boot sequence pertama ke CDROM.

Masukkan CD debian yang ada kedalam CDROM.

LANGKAH II
Boot dari CD
Setelah memasukkan CD ke dalam CDROM maka tinggal tunggu CD boot.

Setelah komputer boot ke CD, akan muncul tampilan sebagai berikut:

Welcome to Deal
This is debian …………………………………….
………………………………………………….

boot:_ [ENTER]

LANGKAH III
Pilihan Awal Penginstallan
Setelah itu komputer akan loading…
Tunggu sampai muncul tulisan sebagai berikut:

‘ Choose The Language ‘
Pilih bahasa (disarankan bahasa inggris – en). [ENTER]

‘ Choose Language Variant ‘
Pilih ‘ English (United States) ‘ [ENTER].

‘ Relase Notes ‘
Pilih [ENTER].

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Configure the Keyboard

tekan [ENTER].

‘ Select a Keyboard ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pilih,

qwerty/us : U.S. English (QWERTY)

[ENTER]

LANGKAH IV
Menentukan Partisi Hardisk

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
pilih,
Previous: Partition a Hard Disk
[ENTER]

‘ Select Disk Drive ‘
pilih,
/dev/hda
[ENTER]

‘ Lilo Limitations ‘
[ENTER]

‘ Note on additional space for the ReiserFS Journal ‘
[ENTER]

Akan muncul tampilan partisi yang ada pada hard Disk hda, dengan informasi ini anda akan mengetahui letak partisi swap dan letak partisi tempat anda akan meletakkan ‘/’ (root).
pilih [ Quit ]
dengan menggerakan/menekan panah kearah kanan. [ENTER]

LANGKAH V
Menginisialisasi Partisi Swap

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Initialize and Activate a Swap Partition
[ENTER]

‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih [ENTER]

‘ Are You Sure? ‘
pilih [ENTER]

LANGKAH VI
Memilih jenis File System pada Partisi Linux

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Initialize a Linux Partition
[ENTER]

‘ Choose Filesystem Type ‘
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,

Ext3 : Next Generation of Ext2, a journaling filesystem
[ENTER]

‘ Select Partition ‘
Pilih partisi yang akan dijadikan “Ext3″
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,

/dev/hda2 : Linux native
[ENTER]

‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih [ENTER]

‘ Are You Sure? ‘
Perhatikan baik-baik apakah benar yang anda pilih /dev/hda2 sebagai “Ext3″ kalau sudah benar
pilih [ENTER]

‘ Mount as the Root Filesystem? ‘
pilih [ENTER]

LANGKAH VII
Menginstall Kernel dan Modulnya

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Install kernel and Driver Modules
[ENTER]

‘ Select Installation Medium ‘
pilih,
cdrom : CD-ROM drive
[ENTER]

‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih [ENTER]

‘ Please Wait ‘

‘ Select Archive path ‘
Pilih directory tempat menginstall kernel.
/instmnt/dists/woody/main/disks-i386/current
[ENTER]

‘ Please Wait ‘

LANGKAH VIII
Memilih Driver

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Configure Device Driver Modules
[ENTER]

‘ Note about loaded drivers ‘
pilih, [ENTER]

‘ Select Category ‘
Akan tampil pilihan-pilihan module yang akan di pilih,

1. Pilih ‘ kernel/drivers/input Input Devices. ‘ [ENTER]

‘ Select kernel/driver/input modules ‘
pilih,
‘ kebdev – Keyboard support ‘ [ENTER]

‘ kebdev ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

pilih,
‘ mousedev – Mouse support ‘ [ENTER]

‘ mousedev ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

2. Pilih ‘ kernel/drivers/net Drivers for network interface cards ‘ [ENTER]

‘ Select kernel/drivers/net modules ‘
carilah ‘ eepro100 ‘ [ENTER]

‘ eepro100 ‘
pilih, [ENTER]

atau bila gagal bisa coba bonding

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa. [ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

3. Pilih ‘ kernel/fs/msdos
MS-DOS file system ‘ [ENTER]

‘ Select kernel/fs/msdos modules ‘
pilih, ‘ msdos – PC BIOS ‘ [ENTER]

‘ msdos ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

4. Pilih ‘ kernel/arch/1386/kernel i386-base drivers. ‘ [ENTER]
pilih, ‘ apm ‘ [ENTER]

‘ apm ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

pilih, ‘ cpuid ‘ [ENTER]

‘ cpuid ‘
pilih, [ENTER]

‘ Enter Command-Line Argumens ‘
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]

Pilih ‘ Exit Finish Return to previous menu. ‘ [ENTER]

Pilih, ‘ Exit ‘ [ENTER]

LANGKAH IX
Mengkonfigurasi Jaringan

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Configure the network

[ENTER]

‘ Choose The Hostname ‘
Ganti tulisan ‘ Debian ‘ dengan ‘ LAB-OS-27-*** ‘
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]

‘ Automatic Network Configuration ‘
pilih, [ENTER]

‘ Choose the IP Address ‘
Ganti tulisan default-nya dengan ‘ 152.118.27.*** ‘
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]

‘ Choose Network Mask ‘
Tidak usah diganti.
[ENTER]

‘ What is your IP gateaway address? ‘
152.118.27.1
[ENTER]

‘ Choose Domain Name ‘
Tulis ‘ cs.ui.ac.id ‘
[ENTER]

‘ Choose the DNS Server Addresses ‘
Ganti dengan ‘ 152.118.24.2 ‘
[ENTER]

LANGKAH X
Menginstall Base System

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di
highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Install the base system
[ENTER]

‘ Select Installation Medium ‘
pilih,

‘ cdrom : CD-ROM drive ‘
[ENTER]

‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih, [ENTER]

‘ Select Archive path ‘
Pilih directory untuk menginstall base sistem.
/instmnt
[ENTER]

‘ Installing Base System, please wait ‘
Tunggulah sampai selesai menginstall.

LANGKAH XI
Membuat System Menjadi Bootable

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Make System Bootable
[ENTER]

‘ When should the LILO boot loader be installed ? ‘
Pilih,
/dev/hda : Install LILO in the MBR (use this if unsure).
[ENTER]

‘ Other bootable partitions ‘
Pilih,
Include Put all into the menu.
[ENTER]

‘ Securing LILO ‘
[ENTER]

LANGKAH XII
Membuat Boot Floppy

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Make a Boot Floppy

Masukkan disket(dalam keadaan baik)ke dalam floppy disk
[ENTER]

‘ Change Disk ‘
[ENTER]

Tunggulah sementara sedang membuat boot floppy

LANGKAH XIII
Mereboot Komputer

‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,

Next : Reboot The System
[ENTER]

‘ Reboot The System? ‘
Pilih,
Yes [ENTER]

Kemudian keluarkan disket dari floppy disk, sementara komputer sedang reboot.

Keluarkanlah cd deal dari cdrom.

Tunggu sampai muncul lilo boot seperti dibawah ini,

Linux
WIN/Dos

Pilih Linux [ENTER]

LANGKAH XIV
Konfigurasi System Debian

Kemudian akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini :
‘ Debian System Configuration ‘
[ENTER]

‘ TimeZone Configuration ‘
Is the hardware clock set to GMT
Pilih,
[ENTER]

What area do you life in?
Pilih,
Asia [ENTER]

Select a city or time zone:
Pilih,
Jakarta [ENTER]

‘ Password setup ‘
Shall I enable md5 passwords?
Pilih,
[ENTER]

Shall I enable shadow passwords?
Pilih,
[ENTER]

Enter a password for the root:
Isi saja dengan 12345
[ENTER]

Re-enter password to verify:
Isi lagi dengan 12345
[ENTER]

Shall I create a normal user account now?
Pilih,
[ENTER]

‘ Debian System Configuration ‘
Shall I remove the pcmcia packages?
Pilih,
[ENTER]

Do you want to user a PPP connection to install the system.
Pilih,
[ENTER]

‘ Apt Configuration ‘
Choose the method apt should user to access to Debian archive:
Pilih,
cdrom [ENTER]

Masukkan cd deal ke dalam cdrom.

Enter CD ROM device file:
/dev/cdrom [ENTER]

Scan another CD?
pilih [ENTER]

Add another apt source?
pilih [ENTER]

Use security updates from security.debian.org?
pilih [ENTER]

Run tasksel?
pilih [ENTER]

Run dselect?
pilih [ENTER]

Run dselect?
pilih, [ENTER]

Tunggu sementara sedang mengkonfigurasi paket apa saja yang akan diambil,
sampai ada tulisan seperti di bawah ini :
Do you want to continue? [Y/n]
Ketikan y [ENTER]

Do you want to erase any previous downloaded.deb files? [Y/n]
Ketik,
y [ENTER]
Please enter to continue
[ENTER]

I can do …..
[---Please return---]
[ENTER]

You must choose one of the options below:
Enter value (default=’1′, ‘x’ to restart):
Ketik,
5 [ENTER]

‘Debian System Configuration ‘
Have fun !
Thank you for choosing Debian.
[ENTER]

LANGKAH XV
Login
Nanti akan muncul pesan seperti dibawah ini:
LAB-OS-27-**** login :
(**** sesuai dengan komputer tempat anda menginstall)

Coba masukkan login root dan passwordnya.

Setelah itu kita akan mencoba menginstall paket.
Cara menginstallnya adalah dengan cara sebagai berikut:
ketik perintah ini di console:

apt-get install “nama paket” [ENTER]

Sebagai contoh kita akan mencoba menginstall lynx.
Jadi yang harus diketikkan adalah sebagai berikut :

apt-get install lynx [ENTER]

Do you want to continue? [Y/n]
ketikan y [ENTER]

Setelah selesai menginstall lynx coba ketikkan perintah ini di console :
lynx kambing.vlsm.org [ENTER]

Jika berhasil masuk ke halaman kambing.vlsm.org berarti anda berhasil.
Selamat menggunakan Debian!

Menginstall Slackware Linux

5.1. Boot CD-ROM InstallasiMetode termudah untuk boot sistem installasi dengan menggunakan CD-ROM installasi. CD-ROM installasi Slackware Linux adalah CD yang bersifat bootable, yang berarti BIOS dapat boot dari CD, seperti ia dapat melakukan boot dengan sendirinya, sebagai contoh dari disket. Sebagian besar sistem modern memiliki BIOS yang mendukung boot dari CD-ROM. Jika CD tidak di-boot ketika Anda sudah memasukkan CD pada drive CD-ROM selama boot sistem, maka urutan boot mungkin tidak benar pada BIOS. Masuk pada BIOS (biasanya dengan menekan tombol atau ketika layar BIOS muncul) dan pastikan CD-ROM berada di daftar yang paling atas dari urutan boot. Jika Anda menggunakan CD-ROM SCSI, Anda mungkin harus menentukan urutan boot pada BIOS SCSI dan bukan pada BIOS sistem. Lihat manual kartu SCSI untuk informasi lebih lanjut. Ketika CD-ROM di-boot, sebuah layar pre-boot akan muncul. Biasanya, Anda cukup menekan untuk melanjutkan dengan memuat kernel Linux default (hugesmp.s). Kernel ini membutuhkan paling tidak CPU Pentium Pro. Anda bisa boot kernel alternatif dengan memasukkan nama kernel pada prompt, dan menekan . Tabel berikut menampilkan kernel yang tersedia dari CD atau DVD Slackware Linux. Tabel 5.1. Kernel installasiLinux Deskripsihuge.s Sebelumnya, mereka ada kernel spesifik untuk pengontrol disk yang berbeda. Kernel huge yang baru menyertakan dukungan untuk semua pengontrol ATA, SATA dan SCSI yang umum. Kernel ini tidak memiliki dukungan SMP, dan bekerja pada CPU i486 dan yang lebih baru. Jika Anda memiliki Pentium Pro atau yang lebih baru, disarankan untuk menggunakan kernel hugesmp.s, meskipun pada sistem prosesor tunggal. hugesmp.s Kernel hugesmp.s memiliki dukungan untuk semua pengontrol ATA, SATA, dan SCSI yang umum. Sebagai tambahan, kernel ini memiliki dukungan SMP. Kernel ini direkomendasikan untuk CPU Pentium Pro dan yang lebih baru. speakup.s Kernel ini dapat dibandingkan dengan kernel huge.s, tetapi menyertakan dukungan untuk perangkat keras sintesa suara. Setelah melakukan boot sistem installasi, Anda akan ditanya apakah Anda menggunakan layout keyboard khusus atau tidak. Jika Anda menggunakan keyboard US/Internasional umum, yang merupakan paling umum, Anda bisa menekan pada pertanyaan umum. Login sebagai “root”, tidak ada kata sandi yang akan ditanyakan. Setelah login, shell akan dijalankan dan Anda bisa memulai proses installasi Slackware Linux. Prosedur installasi akan dijelaskan pada bab ini. 5.2. Mempartisi hard diskMenginstall Slackware Linux membutuhkan paling tidak satu partisi Linux, membuat partisi swap juga disarankan. Untuk bisa membuat partisi, harus terdapat ruang kosong pada disk. Terdapat beberapa program yang dapat melakukan perubahan ukuran partisi. Sebagai contoh, FIPS bisa merubah ukuran partisi FAT. Program komersial seperti Partition Magic juga bisa mengubah ukuran jenis partisi lain. Setelah boot CD-ROM Slackware Linux dan melakukan login, terdapat dua program partisi yang bisa Anda gunakan: fdisk dan cfdisk. cfdisk adalah yang termudah, karena dikendalikan oleh antarmuka berbasis menu. Bagian ini menjelaskan program cfdisk. Untuk mempartisi hard disk pertama, Anda cukup menjalankan cfdisk. Jika Anda hendak mempartisi disk lain atau disk SCSI, Anda harus menentukan disk mana yang hendak Anda partisi (cfdisk /dev/device). Disk ATA memiliki penamaan seperti berikut: /dev/hdn, dengan “n” diganti oleh sebuah karakter. Contoh “primary master” diberi nama /dev/hda, “secondary slave” diberi nama /dev/hdd. Disk SCSI diberi nama dengan cara berikut : /dev/sdn, dengan “n” diganti oleh karakter perangkat (disk SCSI pertama = a, disk SCSI keempat = d). Gambar 5.1. Aplikasi partisi cfdiskSetelah memulai cfdisk, partisi yang ada akan ditampilkan, dan juga jumlah ruang kosong. Daftar partisi bisa dinavigasi dengan tombol panah “panah atas” dan “bawah”. Di akhir layar beberapa perintah akan ditampilkan, yang dapat dipilih dengan tombol panah “kiri” dan “kanan”. Sebuah perintah bisa dieksekusi dengan kunci . Anda bisa memulai mempartisi Linux dengan memilih “Free Space” dan mengeksekusi perintah “New”. cfdisk akan bertanya apakah Anda akan membuat partisi primer atau logical. Jumlah partisi primer dibatasi hingga empat. Linux bisa diinstall pada kedua jenis partisi. Jika Anda hendak menginstall sistem operasi lain selain Slackware Linux yang membutuhkan partisi primer, disarankan untuk menginstall Slackware pada partisi logical. Jenis dari partisi baru akan ditetapkan sebagai “Linux Native”, sehingga tidak perlu menentukan jenisnya. Pembuatan partisi swap melibatkan urutan yang sama dengan partisi Linux normal, tetapi jenis partisi harus diganti menjadi “Linux Swap” setelah partisi dibuat. Ukuran yang disarankan untuk partisi swap bergantung dari jumlah memori utama (RAM) Anda. Jika Anda memiliki hard disk dengan ukuran yang cukup besar, disarankan untuk membuat partisi swap berukuran 256MB atau 512MB, yang cukup untuk kebutuhan normal. Setelah membuat partisi, jenis partisi bisa diganti menjadi “Linux Swap” dengan memilih perintah “Type”. Program cfdisk akan bertanya tentang nomor jenis. Partisi “Linux Swap” memiliki nomor 82. Biasanya nomor 82 sudah akan terpilih, sehingga Anda bisa melanjutkan dengan menekan tombol . Jika Anda puas dengan partisi, Anda bisa menyimpan perubahan dengan mengeksekusi perintah “Write”. Operasi ini harus dikonfirmasikan dengan memasukkan yes. Setelah menyimpan perubahan, Anda bisa keluar dari cfdisk dengan perintah Quit. Disarankan untuk melakukan reboot komputer sebelum memulai installasi, untuk memastikan perubahan partisi sudah berhasil. Tekan + + untuk mematikan Linux dan menjalankan ulang komputer. 5.3. Menginstall Slackware LinuxProgram installer Slackware Linux dijalankan dengan mengeksekusi setup pada shell installasi. setup akan menampilkan sebuah menu dengan beberapa pilihan. Anda bisa melihat tampilan gambar dari installer pada Gambar 5.2, “Aplikasi setup”. Setiap opsi diperlukan untuk installasi Slackware Linux yang lengkap, tetapi setelah Anda mulai, program setup akan membimbing Anda pada setiap opsi. 

Bagian pertama dari installasi disebut “ADDSWAP”. Aplikasi setup akan melihat partisi dengan jenis “Linux Swap”, dan bertanya kepada Anda apakah Anda memformat dan mengaktifkan partisi swap (lihat gambar Gambar 5.3, “Melakukan setting partisi swap”). Biasanya Anda cukup menjawab “Ya”. 

Setelah melakukan setting ukuran swap, menu “TARGET” dijalankan, yang dapat Anda lihat pada Gambar 5.4, “Memilih partisi untuk inisialisasi”. Menu ini digunakan untuk menginisialisasi partisi Slackware Linux. Setup akan menampilkan semua partisi dengan jenis “Linux Native”. Setelah memilih satu partisi, aplikasi setup akan bertanya apakah Anda hendak memformat partisi atau tidak, dan jika Anda hendak memformatnya, apakah Anda hendak memeriksa disk untuk sektor yang rusak atau tidak (Gambar 5.5, “Memformat partisi”). Menguji disk bisa memakan waktu yang cukup lama. Setelah memilih untuk memformat sebuah partisi, Anda bisa menentukan sistem berkas yang akan digunakan (Gambar 5.6, “Memilih jenis sistem berkas”). Biasanya Anda bisa memilih sistem berkas ext2, ext3, dan reiserfs. Ext2 adalah sistem berkas Linux standar untuk beberapa tahun, tetapi tidak mendukung journaling. Sebuah jurnal adalah berkas khusus atau area pada partisi dimana semua operasi sistem operasi dicatat. Ketika sistem mengalami crash, sistem berkas bisa diperbaiki dengan cepat, karena kernel bisa menggunakan log untuk melihat operasi disk yang dilakukan. Ext3 merupakan sistem berkas yang sama dengan Ext2, tetapi menambahkan kemampuan journaling. Reiserfs adalah sistem berkas yang juga menyediakan journaling. Reiserfs menggunakan balanced tree, yang membuat operasi sistem berkas lebih cepat dibandingkan Ext2 atau Ext3, terutama jika bekerja dengan berkas yang kecil. Kerugiannya adalah Reiserfs lebih baru, dan mungkin lebih tidak stabil. Partisi pertama yang diinisialisasi secara otomatis di-mount sebagai partisi root (/). Untuk partisi lain, titik mount bisa dipilih setelah inisialisasi. Anda bisa, misalnya membuat partisi terpisah untuk /, /var, /tmp, /home dan /usr. Hal ini menyediakan proteksi tambahan ketika crash. Karena / jarang berubah setelah installasi jika Anda membuat partisi ini, kemungkinan ia akan berada pada saat operasi penulisan ketika crash menjadi lebih kecil. Selain itu, lebih aman untuk membuat sistem berkas terpisah untuk /home. Jika sebuah program memiliki kecacatan keamanan, seorang pengguna bisa menciptakan hard link pada biner dari sebuah program, jika direktori /home berada pada sistem berkas yang sama dengan /{s}bin, /usr/{s}bin, atau /usr/local/{s}bin. Pengguna ini akan tetap mampu mengakses biner lama setelah program di-upgrade. Langkah berikutnya adalah memilih media sumber (Gambar 5.7, “Memilih media sumber”). Dialog ini menawarkan beberapa pilihan, seperti menginstall Slackware Linux dari CD-ROM atau menginstall Slackware Linux via NFS. Slackware Linux biasanya terinstall dari CD-ROM, sehingga ini yang akan kita lihat lebih dalam. Setelah memilih “CD-ROM” Anda akan ditanya apakah Anda mengijinkan setup mencari CD-ROM dengan sendirinya (“Auto”) atau Anda hendak memilih perangkat CD-ROM Anda sendiri (“Manual”). Jika Anda memilih “Manual” aplikasi setup akan menampilkan daftar perangkat. Pilih perangkat yang berisi CD-ROM Slackware Linux. Setelah memilih sumber installasi, aplikasi setup akan bertanya seri set disk mana yang hendak Anda install (Gambar 5.8, “Memilih set disk”). Sebuah deskripsi singkat dari masing-masing set disk akan ditampilkan. Sekarang hampir saatnya untuk memulai installasi yang sebenarnya. Layar berikutnya akan menanyakan bagaimana cara Anda hendak melakukan installasi. Pilihan yang paling jelas adalah “full”, “menu” atau “expert”. Memilih “full” akan menginstall semua paket pada set disk yang dipilih. Ini adalah cara termudah dalam menginstall Slackware Linux. Kerugian dari pilihan ini adalah bisa memakan ruang yang cukup besar. Pilihan “menu” akan bertanya untuk setiap setnya, paket apa yang hendak Anda install. Opsi “expert” hampir sama dengan opsi “menu”, tetapi mengijinkan Anda untuk tidak memilih beberapa paket yang sangat penting dari set disk “a”. Setelah selesai tahap installasi, aplikasi setup akan mengijinkan And auntuk mengkonfigurasi beberapa bagian dari sistem. Dialog yang muncul pertama kali akan menanyakan dari mana Anda hendak menginstall kernel (lihat Gambar 5.9, “Menginstall kernel”). Biasanya installasi kernel dilakukan dari CD-ROM Slackware Linux, pilihan ini akan memilih kernel yang Anda pilih untuk Slackware Linux. Anda bisa mengkonfirmasi ini, atau memilih kernel lain. Pada tahap ini Anda bisa memilih untuk membuat disk boot (Gambar 5.10, “Membuat disk boot”). Disarankan untuk membuat disk boot, Anda bisa menggunakannya untuk melakukan boot Slackware Linux jika konfigurasi LILO salah. Dialog berikut dapat digunakan untuk membuat sebuah hubungan (link), /dev/modem, yang menunjuk pada perangkan modem Anda. (Gambar 5.11, “Memilih modem default”). Jika Anda tidak memiliki sebuah modem, Anda bisa memilih no modem. 

Langkah berikutnya adalah memilh apakah Anda hendak menggunakan hotplug (Gambar 5.12, “Mengaktifkan hotplugging”). Hotplug digunakan untuk mengkonfigurasi secara otomatis perangkat-perangkat USB, PCMCIA, dan PCI yang bersifat pluggable. Secara umum, disarankan untuk mengaktifkan hotplugging, tetapi beberapa sistem mungkin mengalami masalah dengan proses probing dari script hotplug. 

Langkah berikut sangatlah penting, dialog berikutnya akan membantu Anda dalam menginstall LILO, Linux bootloader. Kecuali Anda sudah berpengalaman dalam mengkonfigurasi LILO, disarankan untuk memilih opsi simple untuk konfigurasi LILO, yang mencoba mengkonfigurasi LILO secara otomatis (Gambar 5.13, “Memilih jenis installasi LILO”). Setelah memilih opsi simple utilitas konfigurasi LILO akan menanyakan apakah Anda hendak menggunakan framebuffer atau tidak ((Gambar 5.14, “Memilih resolusi framebuffer”). Menggunakan framebuffer mengijinkan Anda untuk menggunakan konsol pada beberapa resolusi, dengan dimensi lain selain 80x25 karakter. Beberapa orang yang menggunakan konsol secara ekstensif memilih untuk menggunakan framebuffer, yang mengijinkan mereka untuk mempertahankan lebih banyak teks pada layar. Jika Anda tidak menginginkan konsol dengan framebuffer, atau jika Anda tidak yakin, Anda bisa memilih standard pada pilihan ini. Setelah melakukan setting framebuffer, Anda bisa memberikan parameter tambahan pada kernel (Gambar 5.15, “Menambahkan parameter kernel”). Hal ini biasanya tidak diperlukan, jika Anda tidak ingin menambahkan parameter tambahan, Anda cukup menekan tombol . Langkah terakhir dari konfigurasi LILO adalah memilih dimana LILO akan diinstall Gambar 5.16, “Memilih dimana LILO akan diinstall”). MBR adalah master boot record, record boot utama dari PC. Gunakan opsi ini jika Anda hendak menggunakan Slackware Linux sebagai satu-satunya sistem operasi, atau jika Anda hendak menggunakan LILO untuk melakukan boot sistem operasi lain. Opsi Root akan menginstall LILO pada boot record dari Slackware Linux partisi /. Gunakan opsi ini jika Anda hendak menggunakan bootloader lain. Sekarang Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi mouse Anda, Pilih jenis mouse dari dialog yang muncul (Gambar 5.17, “Mengkonfigurasi mouse”). Berikutnya Anda akan ditanya apakah program gpm harus dimuat pada saat boot atau tidak (Gambar 5.18, “Memilih apakah GPM akan dijalankan atau tidak”). gpm adalah daemon yang mengijinkan Anda untuk melakukan operaasi cut dan paste teks pada konsol. Beberapa langkah berikutnya akan mengkonfigurasi konektivitas jaringan. Langkah ini diperlukan untuk hampir semua sistem yang terhubung ke jaringan. Setup Slackware Linux akan bertanya apakah Anda hendak mengkonfigurasi konektivitas jaringan (Gambar 5.19, “Memilih apakah Anda akan mengkonfigurasi konektivitas jaringan”). Jika Anda menjawab “No” Anda bisa melewatkan beberapa langkah yang berhubungan dengan jaringan. Anda akan ditanya untuk menentukan nama host (Gambar 5.20, “Melakukan setting nama host”). Haarap dicatat bahwa ini bukan fully qualified domain name (FQDN), hanya bagian yang merepresentasikan host (biasanya karakter sebelum titik pertama dalam bentuk FQDN). Setelah menentukan nama host, Anda bisa mnentukan nama bagian domain dari fully qualified domain name (FQDN) (Gambar 5.21, “Melakukan setting nama domain”). Sisa dari langkah konfigurasi jaringan tergantung dari apakah node pada konfigurasi gambar menggunakan alamat IP statik atau dinamis. Beberapa jaringan memiliki server DHCP yang secara otomatis memberikan alamat IP pada host di jaringan. Jika ini kasusnya, maka pilih DHCP selama langkah installasi (Gambar 5.22, “Konfigurasi alamat IP manual atau otomatis”). Ketika DHCP dipilih, Anda akan ditanya apakah sebuah nama host harus dikirimkan ke server. Biasanya Anda bisa mengosongkan bagian ini. Jika Anda menggunakan DHCP, Anda bisa melewatkan beberapa bagian dari konfigurasi jaringan yang dijelaskan dibawah ini. Jika jaringan tidak memiliki server DHCP, Anda bisa memilih opsi static IP. uamh mengijinkan Anda menentukan alamat IP dan setting yang berhubungan secara manual. Langkah pertama dari konfigurasi manual adalah menentukan alamat IP dari antarmuka pertama (eth0) dari mesin (Gambar 5.23, “Melakukan setting alamat IP”). Setelah melakukan setting alamat IP, Anda akan ditanya untuk memasukan netmask. Netmask biasanya bergantung pada kelas alamat IP (Gambar 5.24, “Melakukan setting netmask”). Berikutnya Anda akan ditanya untuk menentukan alamat dari gateway (Gambar 5.25, “Melakukan setting gateway”). Gateway adalah mesin pada jaringan yang menyediakan akses ke jaringan lain dengan merutekan paket IP. Jika jaringan Anda tidak memiliki gateway, Anda cukup menekan tombol . Dialog berikutnya menanyakan kepada Anda apakah Anda hendak menggunakan nameserver atau tidak (Gambar 5.26, “Memilih apakah Anda hendak menggunakan nameserver atau tidak”). Sebuah nameserver adalah sebuah server yang menyediakan alamat IP dari sebuah nama host. Sebagai contoh, jika Anda berkunjung ke www.slackbasics.org, nameserver akan “convert” nama www.slackbasics.org menjadi alamat IPnya. Jika Anda memilih untuk menggunakan nameserver, Anda akan diberi kesempatan untuk menentukan alamat IP dari nameserver (Gambar 5.27, “Melakukan setting nameserver”). Layar terakhir konfigurasi jaringan menyediakan gambaran dari setting, memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperbaiki setting yang memiliki kesalahan (Gambar 5.28, “Mengkonfirmasi setting jaringan”). Setelah konfigurasi jaringan, Anda bisa menentukan perangkat mana yang harus dijalankan (Gambar 5.29, ?Mengaktifkan/menonaktifkan layanan yang dijalankan saat startup?). Anda bisa memberikan tanda atau menghilangkan tanda dengan tombol . Biasanya, waktu sistem diset ke zona waktu UTC pada sistem berbasis UNIX. Jika ini kasusnya, pilih Yes pada langkah selanjutnya (Gambar 5.30, “Memilih apakah jam diset ke UTC”). Jika Anda juga menggunakan sistem operasi yang tidak berbasis UNIX pada sistem yang sama, seperti Windows, disarankan untuk memilih No, karena beberapa sistem operasi PC tidak bekerja dengan waktu sistem dan waktu perangkat lunak yang berbeda. Anda akan diberi kesempatan untuk memilih zona waktu (Gambar 5.31, “Melakukan setting zona waktu”). Hal ini sangat penting terutama pada sistem yang memiliki waktu sistemnya diset ke UTC, tanpa memilih zona waktu yang benar, maka waktu pada perangkat lunak tidak akan sama dengan waktu lokal. Jika Anda menginstall X Window System Anda bisa menentukan window manager default (Gambar 5.32, “Memilih window manager default”). Fungsionalitas paling dasar dari window manager adalah menyediakan fungsionalitas window dasar seperti title bar. Tetapi beberapa opsi seperti KDE, menyediakan lingkungan desktop yang lengkap. Langkah terakhir adalah menentukan kata sandi root (Gambar 5.33, “Melakukan setting kata sandi root”). Setup akan menanyakan apakah Anda hendak menentukannya atau tidak. Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya, dan tanpa kata sandi root, sistem Anda sangat tidak aman. Pada tahap ini, Anda sudah menyelesaikan installasi Slackware Linux. Anda bisa reboot sistem untuk memulai sistem Slackware Linux baru Anda. Tidak sulit bukan? ;-)

Jumat, 03 Juli 2009

MODEL,KOMPONEN, DAN SOFTWARE JARINGAN WIRELESS


,
sebuah “ad-hoc” atau peer to peer wireles network yang mencakup sejumlah komputer dimana setiap komputernya diperlengkapi dengan kartu antar muka jaringan nirkabel. ( WNIC  Wireles Network Interface Card )

sebuah jaringan wireles juga dapat menggunakan sebuah acces point atai base station. Pada tipe jaringan ini access point bekerja sebagai layakya hub yang menyediakan jaringa untuk komputer wireles, juga dapat menyambungkan ( sebagai bridge ) dari jaringan local wireles ke jaringan kabel. ( Wireles LAN to WiredLAN ). Dan mengijinkan untuk dapat mengakses sumber data dari jaringan seperti file server atau sambungan internet yang telah ada.

Dedicated Hardware Access Point ( HAP )

Dapat juga disebut sebagai Access Point berbentuk hardware seperti : Wave LAN dari Lucen, Air Port Base Station dari American.

Access Point dalam bentuk perangkat lunak ( Software Access Point )

Bekerja pada komputer menggunakan W-NIC seperti yang digunakan pada ad-hoc atau jaringan wireles peert to peer dimana komputer pada jaringan wireles tersambung dengan menggunakan access point software dengan bantuan software jaringan yang sesuai user pada W-LAN dapat berbagi data dan printer yang berlokasi pada jaringan kabel contohnya TCP/IP

Alat – alat yang digunakan user pada jaringan nirkabel

dekstop workstation

laptop komputer

palmtop komputer

handheld komputer

pen-based komputer

PDA ( Personal Digital Asistent )

handheld scanner dan data collector

Handheld printer

wireless Network software

Sebuah jaringan nirkabel memiliki software yang terletak dalam beberapa bagian didalam jaringan, sebuah sistem operasi jaringan atau NOS seperti Microsoft NT server dapat dipasang di PC yang memiliki kualitas High End dimana NOS dapat menyediakan layanan dan aplikasi lainnya.

Software klien biasanya diletakkan pada user berfungsi sebagai guide untuk user baik pada saat melakukan navigasi local maupun melewati jaringan. Dalam beberapa kasus ditempatkan gateway sebagai midle wale diantara komputer user dengan aplkasi software yang berada di server.

Gateway biasanya berupa proxy untuk mengendalikan banyak user. Kegunaan dari gateway adalah :

perbaikan

dengan adanya gateway untuk transport dan aplikasi user dapat berkomunikasi dengan menggunakan protokol yang lebih kecil dibanding dengan TCP/IP

dapat diandalkan

dengan adanya gateway maka segala kegiatan user dapat dilihat dan dikendalikan oleh server

hemat energy pada battery

dengan adanya gateway ini pada saat user sedang mengakses software jaringan tidak perlu secara periodik mengirim informasi sebab sudah dilakukan oleh gateway itu sendiri.

Komponen-komponen dari jaringan


Jaringan nirkabel memeberikan fungsi yang hampir sama dengan jaringan kabel seperti ethernet dan token ring secara umum memberikan beberapa fungsi untuk memungkinkan perpindahan informasi dari sumber ke tujuan seperti :

sebuah perantara / media yang memberikan bit pipe ( jalan untuk data berpindah ) untuk transmisi data

media access secara teknis yang memberikan fasilitas untuk dapat besama – sama menggunakan media umum.

mekanisme sinkronitasi dan control kesalahan ( error control ) untuk menajaga kestabilan transfer data secara urut.

mekanisme ritun yang mengatur data dari sumber ke tempat yang dituju

software dan hardware interface seperti ………. Berbasis komputer atau barcode scanner untuk aplikasi software.

Peralatan Wireles LAN


Access Point

Sebuah access point adalah peralatan half duplex dengan komponen setara switch pada ethernet.



Mode access point
Access Point dapat berkomunikasi dengan wireles klient dengan jaringan kabel, dan dengan access point lainnya ada 3 mode dimana access point dapat dikonfigurasi.

root mode
mode ini digunakan ketika access point tersambung dengan jaringan kabel backbone melalui antar muka kabelnya biasanya menggunakan ethernet. Ketika access point tersambung dengan segmen kabel melalui ethernet port maka access point akan secara normal terkonfigurasi sebagai mode root. Ketika dalam mode root access point yang tersambung pada sistem distribusi dengan kabel yang sama dapat berhubungan dengan sesamanya melalui segmen kabel.

bridge mode

dalam mode ini access point berlaku sama seperti bridge pada jaringan kabel. Access point akan menjadi wireles bridge ketika dikonfigurasikan sebagai bridge.

repeater mode

dalam mode ini access point memiliki kemampuan untuk menyediakan sambungan wireles up stream ke dalam jaringan kabel yang lebih baik dari pada sambungan kabel yang biasa.

Access point dalam mode repeater tersambung ke klient sebagai access point dalam repeater mode adalah tidak disarankan kecuali benar – benar diperlukan karena S di sekitar masing – masing access point harus saling melingkupi dengan batas minimal 50 %.

Wireles Bridge

Sebuah wireles bridge menyediakan sambungan antara dua segmen jaringan kabel dan digunakan dalam konfigurasi point to point atau konfigurasi point to multipoint.

Sebuah wireles bridge adalah alat dengan kemampuan half duplex yang dapat menyediakan sambungan untuk wireles pada layar 2 dalam OSI model saja.